Pulau Imajinasi

Sepertinya, tidak ada lelahnya aku mengunjungi pulau imajinasi ini. Dimana yang ada di pulau itu hanya khayalan, rekaan. Tak nyata! Dan celakanya aku seakan tak bisa keluar dari pulau itu karena aku jatuh cinta dengan pulau itu.

Senangnya aku berada dalam pulau itu, karena udaranya sejuk tak ada polusi, pemandangan yang indah; ada satu sampan untuk aku berjalan-jalan menyusuri laut, pohon nyiur tinggi melambai, pasirnya lembut,putih bersih. ada rumah mungil yang terbuat dari kayu dengan tungku pemanas didalamnya, aroma melati dan vanilla yang selalu menghiasi ruang tamu. Tak ada rumah lagi di pulau ini. Hanya rumahku. Rumah kayuku.

Jika malam tiba, suara-suara burung, jangkrik, kodok selalu “ bernyanyi” untukku. Tak ada listrik di pulau ini, jadi aku menyalakan lampu senter yang ada di meja kecil, lampu senter yang berbentuk petromaks, terbuat dari plasitik warna merah. Suasana malam di pulau ini sunggu menyasyikan. Banyak bintang-bintang diatas sana.

Aku tak takut akan gelapnya malam dan orang-orang jahat yang akan menggangguku, bahkan binatang buas sekalipun. Oh indahnya pulau imajinasiku……….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: