HERMES : TAS IDAMAN BERGAYA ARISTOKRAT ?

Victoria beckham with her Hermes white bag

Hermes, adalah salah satu brand – terutama handbag – yang menjadi impian para wanita, mulai Victoria Beckham, Britney Spears sampai Luna Maya kerap terlihat menggunakan produk handmade yang legendaris ini.

Handbag bagi para wanita saat ini lebih dari sekedar tempat menyimpan handphone, make up, organizer, fragrances atau tissue. Simbol status, selera, atau kelas sosial kerap berusaha di-state dengan pilihan handbag yang tepat. Sayangnya berbagai brand, seperti Hermes, Cartier, Bottega Veneta, Burberry, Thomas Wylde, dll kerap terasa terlalu jauh dari jangkauan. Mungkin saat ini kita belum bisa memiliki salah satu dari brand tersebut, tapi setidaknya dengan banyak mengenal produk-produk tersebut, kita akan lebih paham, mana tas yang sesuai dengan selera dan kondisi kita.

Hermes -yang namanya diambil dari nama salah satu dewa, putra Zeus dalam mitologi Yunani – sebagai produsen berbagai produk premium ini mempunyai sejarah cukup panjang. Didirikan pada tahun 1837, sampai saat beberapa produknya cukup lama menempati top brand dan menjadi referensi para wanita dari kelas crème de la crème, sebut saja Birkin dan Evelyne. Belum lagi beberapa lini produksi-nya yang baru seperti model Feu2Dou, Garden, Silky City dan Silky Pop ternyata masih cukup menarik (minus harganya) untuk dilirik.

Kalau bicara masalah harga, sebagai contoh, model elegan Feu2Dou dengan kulit barenia dan dibandrol hampir Rp 60 juta, atau Evelyne yang berbahan kulit calfskin dan berharga 30 juta-an mungkin terasa sangat mahal bagi saya dan kebanyakan kita orang Indonesia. Tetapi ternyata cukup banyak wanita Indonesia yang merelakan uang untuk mengejar tas impian ini.

Hermes sebenarnya memang didesain dan dikerjakan dengan sangat cermat, sehingga membuat para pemakainya sangat puas. Kepuasan yang kemudian mungkin berkembang menajdi rasa bangga membuat brand ini mempunyai positioning yang sangat kuat pada niche market-nya tersebut. Bahkan para aristokrat Inggris kabarnya menggunakan merk ini sebagai symbol asosoris strandar kelompok sosialnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: