Archive for Wat zeg ik

Jakarta luar biasa….

Jakarta. Kota yang sudah membesarkan gue (ya sampe badan gue juga besar hahaha) selama 34 tahun hampir 35 lah, saat ini sudah luar biasa. Simpang Susun Semanggi, pertambahan koridor busway di tiap koridor, yang terbaru Ciledug, peraturan ganjil genap plat mobil, penggunaan e-card di parkiran pinggir jalan di jalan tol, itunadalah hasil kerja Gubernur Djarot Syaiful Hidayat yang luar biasa dan gue sangat mengapresiasi. Kita tahu kalau kerja Gubernur Djarot hanya sampe Oktober, makanya semua pekerjaan itu dikerjakan express namun hasilnya luar biasa. 

Tapi buat gue sesuatu yang luar biasa itu menjadi “ribet” dan bikin males keluar rumah jauh-jauh, yang harus melewati tol dan jalan /kawasan ganjil genap. Kenapa? Yes, actually i love simple things. Karena 2 alasan itu sih….

Tahu sendiri kan Jakarta macetnya luar biasa, ditambah lagi kalau mau jalan jauh lewat tol sekarang uang cash kayaknya gak diperluin (tapi bus transjakarta bayar manual di tol karawaci dan kebun jeruk). Udah gitu gue gak punya e-toll card Mandiri. the one and the only adanya Kartu lain Flazz BCA 😁😁😁😁. Itu alasan pertama gak mau lewat jalan tol.

Alasan kedua masalah kawasan ganjil genap, sekarang kalau mau pergi harus mikir, ini tanggal genap atau ganjil??? Enak lho orang yang mobilnya punya lebih dari 2. Gue cuman 1 platnya genap. Emang semua urusan gue cuma ada di tanggal genap? Kalau lagi butuh pakai mobil yang ditanggal ganjil…gimana? Okelah ada angkot dan bustrans…tapi kan pasti harus ganti dan mengeluarkan biaya lagi walaupun murah. 

Jadi gue sering bilang sama temen gue kalau gue jarang banget kemana-mana bawa mobil karena 2 alasan itu. Kalau buat orang lain itu menyenenagkan, dan gak masalah, well that’s not for me. Kalau sekedar ke Mal Gading, Arion, Mal Basura sih oke lah ya kalo pake mobil masih gue jabanin 😁😁😁😁 kalo males nyetir kan ada ojek online. Hidup babang OJOL !!!!

Nah, Kalian ada yang bernasib sama??😁😁😁

Advertisements

Leave a comment »

How To Woo Millennials With Your Content Marketing

How To Woo Millennials With Your Content Marketing. http://google.com/newsstand/s/CBIwgtO63TU
Good news 😉

Leave a comment »

Duet Smule ” lumayan lah” 😆👌

I found this awesome recording of “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu” on #Smule: http://www.smule.com/p/158889488_1425006942 #SingKaraoke

-GK-

Leave a comment »

Instagram, cerita di balik unggahan foto

Sejak muncul aplikasi Instagram atau IG dan mulai punya akun di tahun 2014 akhir ke 2015, gue mulai suka foto. Ya belom pakai aplikasi buat photo filter dan editing,  tapi waktu itu pakai handphone Samsung Galaxy Grand Prime udah kece abis,  sombong hahahh.   Foto yang diunggah ya pastinya foto selfie, makanan,  sampe share apa aja yang penting dan bermanfaat. Dulu pertama ‘main’ IG perasaan adem aja, tapi gue gak tahu ya,  sekarang malah ‘panas’. Jadi ajang IGers’ war, hate speech etc. Ah I don’t know gak akan habis membahas itu semua! 

Fyi aja,  Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.

Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan polaroid. 

Yang mau dibahas disini sebenernya akun IG siapa sih yang bagus foto-fotonya bagus, even itu self portrait, photo travel,  food atau apapun. Yang jelas  eye catching, semua orang suka sama postingannya (bermanfaat buat sesama). 

Kalau pilihan gue sih, pertama,  IG nya Dr Tompi @drtompi. Gak kebayang ya dokter kece jago nyanyi,ternyata jago motret. Foto-fotonya kece lho!! Mau foto anaknya/ keluarga,  selebritis,  pemandangan… Apa aja kece!


Pilihan kedua, ada 2 akun ya,  @riomotret dan  @dierabachir. Duh amazed! Walaupun belum pernah pakai jasa mereka,  cuma menikmati lewat IG,  rasanya kalo gue di potret sama mereka jadi kece bener. Sumpah karya mereka tuh stunning!

Pilihan ke 3, akun IG  food photography. Entah deh kalo liat foto makanan kan bawaannya jadi laper,  padahal foto makanan doang bisa bikin kehipnotis 😁😁😁😁. Akun IG si tukang makan atau kuliner menjamur di IG,  tapi gue suka banget kepoin @jktfoodies, @jktfooddestination, @separuhakulemak @anakjajan, @jktfoodbang, @bandungfoodsociety @foodnotestories duh… kan banyak! Jangan lupa stalking IG @migratinology yang wajah presenternya babang Mark Wiens baby face banget! Unch! 😎

 

Eh akun IG  mbak @isnasutanto dan mbak @sefafirdaus jangan kelewat di stalking juga …Mbak Sefa sama Mbak Isna kalo posting makanan tuh kadang yang murah meriah “ngampung’,  enak,  kaya telor dadar,  sambal bawang,  ayam penyet,  pete bakar,  terong goreng.. Enak dan bikin lapar kan? Udah gitu piranti makannya cakep banget deh. Kadang pakai piring dan gelas kaleng (vintage blirik),  kadang piring motif print lucu, wood material,  dll.

Akun IG mbak Sefa Firdaus

Akun IG Mbak Isna


Akun IG mbak Sefa dan mbak Isna bisa jadi inspirasi memasak kita setiap hari lho. Kadang kita bingung tiap hari mau makan apa,  masak apa. Mereka masak simple, enak dan gak biaya juga ringan dikantong Ibu-ibu rumah tangga yeaay!!

Yumm…. 🍝 🍔 🍗 I am hungry!!


Akun IG ke 4,  @alodita juga salah satu favorit gue. Beauty Blogger yang postingannya selalu bikin gemes  selalu pengen belanja lipstick (eh ini sih gue yang demen belanja lipstick 😁😁), dan kadang gak selalu hanya kosmetik yang dibahas, tentang keluarga,  tips sehat dan rekomen tempat beli minuman atau makanan sehat dimana. Dia juga punya vlog bareng temen blogger cantik lainnya. 



Gue juga suka akun IG beauty blogger @suhaysalim  @sorayahylmi. Tutorial make up buat pemula gampang diikutin kok.

Sebenarnya buat gue untuk sosmed,  IG udah kurang asyik untuk liat foto-foto. Sekarang gue lebih suka Steller. Dari cara kita melihat fotonya (seperti baca e-book), foto lebih banyak,   captions banyak, bisa sampai 30 halaman unggahan dan jenis themes cerita yang mau kita unggah juga banyak (ada 7 kalau gak salah) . Wohoooo….

Coba hayo mainnya pindah jadi anak Steller 😉😎

Leave a comment »

Trip to Banten Lama

Kalau biasanya gue trip or plesiran sendiri,  kali ini trip ke Banten Lama bareng mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Buddhi Dharma, mahasiswa-mahasiwa gue di tingkat 4. Sebenernya ini tugas mata kuliah dari Dosen lain,  mata kuliah Indonesian People and Culture.

Di Banten Lama kita berkeliling ke Museum ex  Kantor Gubernur Banten, Masjid Banten Lama, situs Watu Gilang, Museum, Kepurbakalaan Banten, Istana Kaibon,  Benteng Speelwijk, Kuburan Belanda, dan Wihara Alokitasvara.

Foto-fotonya gak banyak karena males pindahin dari camera hahaha…. Untuk sejarah situs-situs di Banten Lama silahkan googling hehehe. Thank you. (ILKOM, June 2017)


Masjid Lama Banten

Prasasti Watu Gilang


Keraton Kaibon

Ex penjara zaman Belanda di Museum Banten (Kantor Gubernur) 

Lukisan Sultan Banten (dahulu bilangnya Bantan)




Mahasiswa dan Dosen harus eksis

Museum Kepurbakalaan (atas) dan Istana Kaibon (bawah)

Leave a comment »

Kata-kata “manis” si abang OJOL

Postingan ini sebenarnya buat introspeksi layanan ojek online dimanapun berada. Karena sesungguhnya pelanggan adalah raja. Ya kalau rajanya dihina masa sih gak marah. Gitu deh istilahnya….. Hehhe. Juga pelatihan/training karyawan harus lebih sering dengan memperbanyak tentang ETIKA KESOPANAN sama pelanggan.

Jadi ini cuma sekedar sharing aja  kalau mau naik ojek online (baik motor atau mobil), kita harus komunikasikan dengan baik, ditanya dulu,  dia mau atau gak kalau kita cancel order.

Jadi tadi jam 4 sore,  nyokap mau kirim barang (pake ojol) ke daerah jatibening. Pas dilihat harga pengirimannya memang mahal sih karena udah dekat jam bubaran kantor,  tapi gak masalah lah ya. Begitu udah order, nyokap gue bilang,  “wah ini ada paket yang belum ditulis alamat” , dan kebetulan memang si penerima paket belum reply alamat dan no HP nya. Otomatis gue langsung chat si abang ojol, dan gue bilang kalau masih jauh saya cancel ya karena masih ada paket yang belum ditulis alamat pengirim. Karena belum dibalas,  akhirnya gue sms abangnya aja, ” cancel ya bang”. 

Saking sibuknya dari tadi sama nyokap gue baru buka reply sms dari abang ojol yang isinya “manis”. Dia ngatain gue” monyet lu!”. Begitu baca gue kaget. Gak marah. Justru geleng”.

Sebagai anak Komunikasi, pemikiran-pemikiran dari ilmu Komunikasi keluar sudah. Ada Komunikasi apa yang gak efektif antara atasan dan bawahan? Waktu training dikasih pelatihan seperti apa? Apa gak dikasih pelatihan bagaimana menjalin hubungan baik dengan pelangan? Hanya itu yang di otak gue. Maklum Dosen 😁😁😁 kritis pemikiran😁😁😁

Dari kejadian sebelumnya juga banyak kan driver ojol berperilaku gak sopan sama pelanggannya,  ada yang ngomong kasar, judes,  mukanya bete, cancel order kita dengan alasan macem-macem,  ya kan? 

Akhirnya gue reply sms abang ojol yang intinya,  “Pak X,  ini nomor HP bapak kan? Terima kasih ya atas balasan sms bapak. Bukti sms bapak akan saya sampaikan ke kantor bapak. Kalau boleh saya juga pengen ketemu bos bapak, perwakilan atau cabang tempat anda bekerja”. Udah gitu gak dibalas deh. 

Tapi tenang aja,  Gue udah laporin captured smsnya ke medsos. 


Gue gak pengen viral. Cuma mau bikin jera drivernya dan untuk perusahaan ojek online itu supaya meningkatkan kualitas pelayanannya sebaik mungkin.

Ada teman-teman blogger yang punya kejadian serupa???
Regards, 

Galuh😎😍

Leave a comment »

Kita tanpa Social Media, bisakah?

Kemarin malam  gue baca cuitan Menkominfo, Rudiantara,  kalau Kominfo dan juga Presiden RI Joko Widodo dan resmi nge-blocked aplikasi Telegram via laptop namun katanya masih bisa di akse via smartphone. Alasan pemerintah Indonesia nge-blocked Telegram karena penggunanya terkait anggota ISIS dan banyak juga WNI yang menjadi anggotanya.

Actually,  Telegram sudah menjadi wadah chatting masyarakat Indonesia setelah Whatsapp messenger / WA hadir. Dan fungsinya gak jauh beda. Malah Menurut gue  lebih seru WA ya! Dulu pernah installed Telegram tapi hanya untuk internal group kantor. Karena gue merasa fungsinya sama daripada menuhin installan handphone,  yah better uninstalled.

Kemudian gue baca cuitan Pak Menteri lagi yang bikin hati sedih,  Menkominfo pertimbangkan mau menutup semua social media,  Youtube,  Facebook, sampai Instagram. #yawn #screaming sedih banget baca cuitan pak Menteri. 😐😐😐😐

Btw,  untuk menutup semua social media gue kurang setuju. Pasti banyak masyarakat menentangnya karena social.mesia sudah jadi bagian lifestyle dan juga digunakan untuk pekerjaan,  promosi,  sales, dll. Yes,  the important thing is kerjaan.

Gue adalah seorang Dosen Ilmu Komunikasi,  dimana setiap mengajar butuh study case yang harus diajarkan ke mahasiswa. Selain Komunikasi, juga mengajar Bahasa Belanda. Dan itu gue unduh semua materinya via Youtube. To be honest,  Youtube is very helpful for me. Very!!! Bayangkan kalau tidak ada case study visual, bakalan sulit untuk mahasiswa mengerti mata kuliah yang diajarkan.

Sebagai Dosen,  kita harus cukup kreatif dalam menyampaikan materi ke mahasiswa,  gak hanya materi dari power point tapi perlu contoh real. Gak kaya gue jaman sekolah dulu,  awal tahun 2000, baru kenal internet,  belum ada social media, baru ada Google,  Friendster dan Yahoo Messenger. Kuliah pun semua ya harus baca buku, ya ditambah cari artikel tambahan dari Google. Cuma sebatas itu.

Kebetulan gue anak Sastra, alat penunjang audio video ya dari Lab Bahasa aja sama radio tape untuk ngedengerin percakapan dari kaset pas ngerjain PR. 😎

Anyway,  balik lagi masalah social media, Youtube juga punya koleksi lagu-lagu Belanda yang bisa diberikan ke mahasiswa,  dan mereka senang sekali lho dengar lagu-lagunya.

Untuk Social Media lainnya, Path,   FB,  Instagram, dan Linkedin,  gue punya akunnya semua dan tergolong cukup aktif (eksis gitu 😉) tapi gue hanya sharing dengan trusted, close family and friends. I don’t like fake people.

Gue pakai semua social media tapi gak pernah posting yang aneh’, menyebarkan hoax atau apapun. Semua dibuat fun dan kebanyakan selain selfie, sharing foto-foto makanan,  keluarga,  traveling dan jakarta tempo dulu. Yang seru,  lucu,  berita gak.penting tapi kocak terus dikomenin sama temen juga dengan komentar nyeleneh. 😁😁

Gue mungkin salah satu orang yang gak bisa lepas dari social media tapi gue gak nyandu, gue buka social media random aja. Misalnya seharian pengen buka IG atau Path aja,  so,  gue gak minat buka Twitter dan FB,  karena beritanya akan sama.  Malah biasanya gue tahu berita yang happening lebih dulu dari akun gosip selebriti. Amazing!!😁😁😁

Mudah-mudahan Pak Menteri gak jadi nutup social media.  Kalo ditutup kita bisa apa? ( gue juga mati gaya nih gak bisa akses Youtube nonton film,  nonton Stand Up Comedy nya Cak Lontong) 😁😁😁😁

Leave a comment »